Bagi pecinta kopi, meninggalkan kebiasaan mengonsumsi kafein selama bulan Ramadan adalah tantangan yang cukup berat. Munculnya tren Kopi Kompor Sahur di tahun 2026 menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kopi tetap tinggi, bahkan di jam-jam dini hari sebelum memulai puasa. Namun, banyak kekhawatiran muncul mengenai efek diuretik kafein yang dianggap dapat mempercepat keluarnya cairan dari tubuh. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus agar kenikmatan menyesap kopi saat sahur tidak berujung pada kondisi lemas akibat kekurangan cairan di siang hari.
Kunci utama dalam Tips Minum Kopi saat bulan puasa adalah pengaturan waktu dan volume. Sangat disarankan untuk tidak meminum kopi sebagai hal pertama yang masuk ke perut saat sahur. Sebaiknya, mulailah dengan segelas air putih hangat untuk menghidrasi organ dalam terlebih dahulu. Setelah perut terisi dengan makanan bergizi, barulah kopi bisa dinikmati dalam porsi yang moderat. Di tahun 2026, metode penyeduhan manual menggunakan kompor atau moka pot kembali digemari karena mampu menghasilkan cita rasa yang kuat sehingga satu cangkir kecil saja sudah cukup untuk memberikan efek kesegaran yang diinginkan.
Masalah utama yang sering dihadapi adalah risiko Dehidrasi. Untuk mengompensasi sifat diuretik dari kopi, para ahli gizi menyarankan hukum perbandingan satu banding dua; untuk setiap satu cangkir kopi yang Anda minum, Anda harus menambah dua gelas air putih ekstra dari jatah harian Anda. Selain itu, pemilihan jenis biji kopi juga berpengaruh. Biji kopi dengan tingkat pemanggangan gelap (dark roast) cenderung memiliki kadar kafein yang sedikit lebih rendah dibandingkan light roast, sehingga lebih ramah bagi lambung dan sistem hidrasi tubuh saat sedang berpuasa.
Selain air putih, menambahkan sedikit lemak sehat ke dalam kopi seperti santan murni atau minyak kelapa (konsep bulletproof coffee) dapat membantu memperlambat penyerapan kafein. Hal ini memberikan aliran energi yang lebih stabil dan mencegah lonjakan detak jantung yang sering memicu rasa haus berlebihan. Selama Puasa, tubuh memerlukan efisiensi dalam penggunaan energi, dan kopi yang diracik dengan benar dapat membantu menjaga fokus mental tanpa harus menguras cadangan cairan tubuh secara drastis di tengah cuaca panas.